-

Novel “Manusia Perahu Terakhir” Jadi Referensi Calon Nominator Memori Kolektif Bangsa “Manusia Laut” oleh Lembaga Arsip Nasional RI
Novel Manusia Perahu Terakhir adalah novel berlatar belakang sejarah kehidupan masyarakat Bajau (Bajo) tempo dulu, saat masih tinggal di atas perahu, bukan di atas rumah seperti yang kita lihat saat ini.
-

Jumpa Leting Sekolah, Ternyata Kita sudah Tua, Keriput, dan Buncit, namun Makin Cantik dan Ganteng
Ketika jumpa dengan Leting SD, SMP, SMA, Teman Kuliah, ada 2 hal yang membuat saya sedih; 1. Sedih karena mengetahui teman saya ada yang masih belum bisa meraih cita2nya 2. Saat bertemu teman saya yang jauh lebih sukses dari saya, saya sedih karena kenapa saya tidak bisa meniru/mengikuti jejak kesuksesnya? Ya Allah, melihat mereka bahagia…
-

Lawan Maladministrasi atau Kalah dengan Kepala Tegak Menyaksikan Kehancuran?
Catatan Harian untuk dikenang suatu saat, dan mungkin bisa dijadikan alat bukti saat dibutuhkan Ada pasukan panik, para makhluk Tuhan yang takut perbuatan MALADMINISTRASINYA yang MEMBAHAYAKAN UMAT merebak, terkuak ke penjuru sudut-sudut ruang gelap tempat para hantu bersembunyi. Para penjilat sedang kekeringan air liur, mulai menyerang urat saraf, ketakutan karena bau busuk mulai mencemari lantai,…
-

Puto Mili dan Perahu Kesayangannya
Tahun 1997, saat itu akhirnya Puto Mili bisa membuat perahu sendiri dari hasil menabung bertahun-tahu. Ia membuat perahu di halaman rumahnya yang setengah berbatu dan setengahnya adalah laut. Pemandangan setiap hari adalah melihat tubuhnya yang kurus, hitam legam punggungnya, berkilat oleh air peluh dan keringat, nafasnya sesekali ia tahan lalu dilepas dengan kasar karena mengangkat…











